http://lh5.ggpht.com/_RVpTV2JOOxA/S-5sHPOG-yI/AAAAAAAAC-8/aOb1yn36uAE/cursor_t4belajarblogger.gif"), auto;}

Selasa, 17 Juli 2012

PROYEKSI PENDUDUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT TAHUN 2011-2030


SEJARAH TERBENTUKNYA KSB
Upaya untuk mengembangkan daerah otonom baru tentu tidak lepas dari ikhtiar yang berlandaskan pada upaya mensejahterakan masyarakat. Terdapat kecenderungan akselerasi pembangunan berpusat di sekitar pusat pemerintahan, yaitu dikonsentrasikannya kegiatan pembangunan, baik fisik, maupun non fisik pada wilayah ibu kota, maupun wilayah-wilayah kecamatan lainnya. Kesenjangan ini oleh masyarakat cukup dipahami, oleh karena disadari bahwa hal ini disebabkan oleh rentang kendali pemerintahan yang luas.
Atas dasar itulah dan seiring dengan arus gelombang reformasi yang melanda republik ini, serta diperkuat oleh telah diberlakukannya UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999, telah terbuka jalan bagi setiap kelompok masyarakat untuk mengekspresikan diri secara bebas dan terbuka. Salah satu bentuk ekspresi diri tersebut adalah pernyataan kehendak untuk membentuk daerah otonom baru dari berbagai kalangan masyarakat yang sebelumnya telah menyatu dalam satu wilayah kekuasaan daerah otonom tertentu. Di antara segmen masyarakat yang mengekspresikan dalam wujud yang demikian itu adalah masyarakat di bagian barat Kabupaten Sumbawa (masyarakat kecamatan-kecamatan Seteluk, Brang Rea, Taliwang, Jereweh, dan Sekongkang).
Ide Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat berangkat dari kenyataan bahwa rentang kendali antara pusat kabupaten dengan masyarakat Sumbawa Barat teramat jauh, sehingga mengakibatkan lambannya pelayanan pemerintah kepada masyarakat, lambannya pemerataan pembangunan, dan lambannya upaya peningkatan SDM. Untuk itu, para tokoh masyarakat di Sumbawa Barat segera mencetuskan ide Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat. Ide itu kemudian disosialisasikan kepada seluruh komponen masyarakat di kecamatan-kecamatan Sekongkang, Jereweh, Taliwang, Brang Rea, Seteluk, Alas Barat, Alas, dan Utan Rhee dalam suatu rapat yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 8 (delapan) kecamatan tersebut pada tanggal 10 Maret 2000.
Deklarasi Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat 10 Maret 2000 tersebut merupakan ekspresi dari kemauan politik masyarakat di delapan kecamatan yang diwakili oleh beberapa orang tokoh-tokohnya. Aspirasi tersebut rupanya mendapat respon positif dari Bupati dan DPRD Sumbawa dengan keluarnya Rekomendasi Bupati No. 135/060/PEM/2000 dan Rekomendasi DPRD No. 690/17/2001. Kedua lembaga tersebut dalam rekomendasinya memberikan petunjuk kepada KPKSB untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat di delapan kecamatan.

BAB I
GAMBARAN UMUM KAWASAN

1.        Letak Geografi
Kabupaten Sumbawa Barat terletak antara 08o 29dan 9o 07’ Lintang Selatan dan antara 116o  42’ - 117o 05’ Bujur Timur, dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat, Samudra Indonesia di bagian selatan dan Kabupaten Sumbawa di sebelah utara dan timur.
Luas Kabupaten Sumbawa Barat sekitar 1.849,02 km2, dengan ketinggian antara 0-1.730 meter diatas permukaan laut. Kabupaten Sumbawa Barat memiliki 16 pulau kecil, seluruhnya sudah bernama. Sebagian besar wilayah Sumbawa Barat (93.102 ha atau 50,53 persen) merupakan daerah dengan topografi sangat curam atau memiliki kemiringan lahan  diatas 40%.

2.        Luas Penggunaan Lahan
Lua laha sawah   mencapai 9.090 ha atau hanya 4,92 persen dari total luas Sumbawa Barat. Menurut jenisnya, sebagian besar lahan sawah berpengairan teknis (4.093 ha), setengah teknis seluas 2.052 ha, sisanya berpengairan sederhana dan tadah hujan.
Penggunaan lahan bukan sawah atau lahan kering sebagian besar berupa hutan negaras ekitar 134.790 ha, untuk pekarangan/ lahan bangunan dan halaman sekitarnya sebesar 10.071 ha.









BAB II
SOSIAL
1.        Pendidikan
Pendidikan merupakan indikator penting dalam mengetahui keberhasilan pembangunan disuatu daerah. Kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor utama berhasilnya pembangunan di sektor ini. Dengan disajikannya data-data pokok pendidikan diharapkan dapat menunjang upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Sarana pendidikan berupa sekolah dan peserta didik di Kabupaten Sumbawa Barat periode tahun pelajaran 2008/2009 secara umum mengalami peningkatan dibandingkan periode tahun pelajaran sebelumnya. Dengan dibukanya sekolah-sekolah baru memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti pendidikan. Sampai dengan tahun 2009 jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan SLTA mencapai 181 sekolah.
Tabel II.1.1.  Jumlah Murid dan Guru di Kabupaten Sumbawa Barat Menurut Per Kecamatan Tahun 2009

Jumlah
Murid
Guru
Kecamatan
Sekolah
Laki- laki
Perempuan
Jumlah
Laki- laki
Perempuan
Jumlah
1. SEKONGKANG
9
573
534
1107
49
53
102
2. JEREWEH
7
562
489
1051
25
40
65
3.  MALUK
6
758
664
1422
22
36
58
4. TALIWANG
32
2776
2535
5311
150
209
359
5. BRANG ENE
7
322
272
594
27
24
51
6. BEARANG REA
13
792
682
1474
39
76
115
7. SETELUK
14
990
861
1851
48
84
132
8. POTO TANO
10
621
614
1235
47
37
84
Jumlah
98
7394
6651
14045
407
559
966


2.        Kesehatan dan Keluarga Berencana
Penyelenggaraan layanan kesehatan merupakan salah satu tugas pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. Ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada tahun 2009 terdapat 8 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdapat di seluruh wilayah kecamatan di Sumbawa Barat. Disamping itu juga terdapat 29 polindes, 29 Pustu, dan 54 Polindes untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke level terbawah. Keluarga Berencana (KB)       tetap merupakan metode yang dipakai oleh pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Menurut data Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat jumlah Pasangan Usia Subur  (PUS)  di  Kabupaten  Sumbawa Barat pada tahun 2009 adalah sebanyak 20.485 pasangan, 16.199 diantaranya adalah akseptor KB aktif. Pada tahun yang sama juga terdapat 4.795 akseptor KB baru.

3.        Agama
Kehidupan beragama yang harmonis sangat        didambakan masyarakat. Hal ini terlihat dari tempat- tempat peribadatan yang ada di sekitar warga, seperti mesjid, gereja, dan lainnya. Banyaknya tempat peribadatan di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2009, mencapai 218 buah, yang terdiri dari sebanyak     149 masjid, 68 langgar atau musholla, dan 1 buah pura.








BAB III
DEMOGRAFI
1.        Kependudukan
Sektor pertambangan  bahan galian non logam sebagian besar belum  dapat dikelola dan dimanfaatkan secara merata. Peran terhadap kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini  belum optimal. Hal ini  disebabkan  oleh berbagai macam faktor, salah satunya antara lain kurangnya data dan informasi  mengenai  bahan galian yang  berpedoman pada satu keseragaman  antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Pada  tahun anggaran 2005 ini  Sub Direktorat  Mineral Non Logam, Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral melalui Proyek Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian Mineral Indonesia melakukan kegiatan inventarisasi  dan evaluasi bahan galian non logam di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan  Kabupaten Sumbawa, Provinsi  Nusa Tenggara Barat. Hasil kegiatan ini diharapkan akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam kerangka pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan melalui upaya pemanfaatan dan pengusahaan  bahan galian non logam yang terdapat di daerahnya, sehingga  peran komoditi bahan galian non logam memiliki nilai yang strategis dalam kontribusi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal.
Maksud dari kegiatan inventarisasi dan evaluasi bahan galian non logam yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa  tersebut adalah untuk mendapatkan data-data mengenai bahan galian non logam , yaitu antara lain meliputi  lokasi keterdapatan, sumberdaya (cadangan) dan kualitas serta melakukan evaluasi potensi bahan galian baik yang telah ada (data sekunder) maupun bahan galian  temuan baru secara lebih optimal. Adapun tujuan dari kegiatan  ini yaitu untuk mengetahui prospek pemanfaatan dan pengembangan bahan galian non logam sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah  dan juga merupakan pemutakhiran data dalam rangka pengembangan Bank  Data Sumberdaya Mineral Nasional.
Kabupaten  Sumbawa Barat secara administrative terbagi menjadi 4 kecamatan, 22 desa dan 93 dusun dengan luas daerah  sekitar 1.636,95 Km2. Demikian pula halnya dengan Kabupaten Sumbawa, secara administrative terbagi menjadi 15 kecamatan, 110 desa dan 439 dusun, dengan luas daerah sekitar 6.856,05 km2.
Kondisi topografi daerah Kabupaten Sumbawa Barat umumnya  cenderung berbukit-bukit dengan ketinggian antara 0 hingga 1.730 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar, yaitu ± 50 persen berada pada ketinggian 100  hingga 500 meter. Luas lahan Kabupaten Sumbawa Barat adalah ± 1.636,95 Km.Daerah Kabupaten Sumbawa Barat beriklim tropis dengan temperatur maksimum  mencapai 34 C yang terjadi pada bulan September dan temperatur minimum 21,7C yang terjadi pada bulan Agustus. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2002 jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa Barat yang  meliputi  penduduk  Kecamatan Jereweh, Sekongkang, Taliwang dan Seteluk adalah berjumlah  Â± 79.111 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Seteluk, yaitu 86 jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sumbawa Barat beragama Islam, selanjutnya diikuti oleh penduduk yang beragama Hindu, Kristen, dan yang paling sedikit adalah yang beragama Budha. Sebagian besar penduduk   bermata pencaharian sebagai petani, selanjutnya sebagai pedagang, buruh, nelayan, guru dan selebihnya sebagi pegawai negeri ataupun swasta. Kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dilakukan  selama 42 hari termasuk perjalanan Bandung – Lapangan pergi pulang, yaitu dari tanggal  19 Mei 2005 hingga tanggal 1 Juli 2005.
Jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada Tahun 2009 jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat tercatat 101.089   jiwa    (hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2009). Dilihat dari  komposisinya, jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan, hal tersebut ditunjukkan oleh rasio jenis kelamin (rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan), sebesar 100,85 Penyebaran penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat belum merata, lebih dari 37 persen penduduk Kabupaten Sumbawa Barat berada di Kecamatan Taliwang sedangkan sisanya tersebar di tujuh kecamatan lainnya. Jumlah penduduk yang cukup besar di Kecamatan Taliwang menyebabkan kepadatan penduduk di wilayah ini mencapai 100,76 orang setiap kilometer persegi. Adapun Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Maluk yang mencapai 107,97 orang setiap kilometer persegi.



Tabel III.1.1.  Banyaknya Rumahtangga dan Penduduk Menurut Kecamatan dan  Jenis Kelamin di    Kabupaten Sumbawa Barat (Proyeksi Penduduk Hasil Susenas 2009 )

No.

Kecamatan

Rumah Tangga

Laki- laki

Perempuan

Jumlah

Sex Ratio
1
SEKONGKANG
  1.678
  3.686
  3.531
    7.217
104,39
2
JEREWEH
  1.792
  3.401
  3.667
    7.068
  92,75
3
MALUK
  2.749
  5.245
  4.734
    9.979
110,79
4
TALIWANG
10.233
19.061
18.817
  37.878
101,30
5
BRANG ENE
  1.271
  2.491
  2.366
    4.857
105,28
6
BRANG REA
  2.955
  5.571
  5.749
  11.320
  96,90
7
SETELUK
  3.817
  7.259
  7.354
  14.613
  98,71
8
POTO TANO
  1.995                                 
  4.044
  4.113
    8.157
  98,32


Jumlah

26.489

50.758

50.331

101.089

100,85


Grafik III.1.1.
Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Sumbawa Barat
Tahun 1971-2009 (Persen)













                                                                        Grafik III.1.2.
Kepadatan Penduduk Kabupaten Sumbawa Barat
Menurut Kecamatan Tahun 2009 (Jiwa/km)













2.        Jumlah Kelahiran Dan Kematian Bayi
Data kematian anak versih Dinas Kesehatan (Dikes) dengan Yayasan Pembangunan Kesehatan Masyarakat (YPKM) berbeda cukup signifikan, sehingga muncul tudingan bahwa institusi pemerintah dengan sengaja menyembunyikan data riil, lantaran berkaitan dengan kinerja. Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dikes, Tuwuh SAp yang ditemui dalam ruang kerjanya membantah tudingan telah menyembunyikan data kematian anak, lantaran perbedaan itu terjadi, akibat perbedaan persepsi pendataan yang terpublikasi, termasuk data yang dimiliki.
Disampaikan Tuwuh, data kematian anak yang disampaikan Dikes melalui media maupun yang dilaporkan saat pertemuan dengan komisi I DPRD KSB adalah data kematian anak di kecamatan Taliwang, sementara data yang dipublikasi YPKM adalah data kematian anak untuk seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Kematian anak khusus kecamatan Taliwang pada bulan Januari-Pebruari tahun 2011 hanya 5 orang. Data itu dapat dipertanggung jawabkan, sementara data YPKM adalah data kematian akan seluruh KSB dengan kalkulasi untuk bulan Januari-Maret,” ucap Tuwuh. Masih penjelasan Tuwuh, sampai saat ini, Dikes belum dapat mempublikasikan jumlah kematian anak terhitung Januari-Maret 2011 untuk seluruh wilayah KSB, lantaran masih menunggu data dari masing-masing kecamatan. “Data akan diterima paling telat tanggal 10 bulan berikutnya, jadi saat ini masih dilakukan rekapitulasi. Hal itu yang membuat Dikes belum dapat menyampaikan jumlah riil kematian anak pada triwulan pertama tahun 2011,” lanjut Tuwuh.
Tuwuh juga mengingatkan, jumlah yang disampaikan YPKM dapat juga berbeda dengan data Dikes, lantaran pendataan yang dilakukan Dikes tergantung pada umur masing-masing, karena Dikes tidak mencatat sebagai kasus kematian anak, jika terlahir mati. Pendataan sesuai umur terbagi tiga yaitu, usia 0-28 hari masuk kategori neonatal atau bayi muda, lalu data untuk usia 1-11 bulan untuk bayi dan usia 12-59 bulan masuk kategori Balita. “Jika mengacu pada pemisahan data tersebut, jumlah kematian anak bulan Januari-Pebruari untuk neonatal sebanyak 2 kasus, untuk kematian bayi mencapai 3 kasus dan Balita hanya satu kasus.
Tabel III.2.1 Jumlah Kelahiran Dan Kematian Bayi Menurut Kecamatan Di Kabupaten Sumabawa Barat Tahun 2009

No.
Kecamatan
Jumlah Kelahiran
Lahir Mati
Persen
Bayi Mati
Persen
1
Sekongkang
154
-

2
1,29
2
Jereweh
197
-

-
-
3
Maluk
238
-

1
0,42
4
Taliwang
1002
3

-
-
5
Brang Ene
130
-

-
-
6
Brang Rea
388
-

-
-
7
Seteluk
352
1

-
-
8
Pto Tano
220
-

1
0,45

Jumlah
2681
4

4
0,14


3.        Ketenagakerjaan
Tenaga kerja yang terampil, merupakan potensi sumberdaya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses       pembangunan  menyongsong era globalisasi.
Pertumbuhan penduduk tiap tahun akan berpengaruh terhadap pertumbuhan angkatan kerja. Berdasarkan  hasil Sakernas 2008, angkatan kerja di Kabupaten Sumbawa Barat  tahun 2008  mencapai 44.943 orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk, Kabupaten Sumbawa Barat tercatat sebesar 64,38.

Tabel III.3.1. Persentase Penduduk 15 tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2008
No.
Lapangan Pekerjaan Utama
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
Pertanian
11.546
3.707
15.253
2
Industri Pengolahan
3.683
344
4.027
3
Rumah Makan dan Perhotelan
1.848
4.625
6.473
4
Jasa-jasa Kemasyarakatan
4.452
2.613
7.065
5
Lainnya
5.633
177
5.81

Jumlah
27.162
11.466
38.628


4.        Catatan Sipil

Pencatatan jumlah kelahiran melalui pembuatan akta kelahiran merupakan salah satu bentuk registrasi penduduk      untuk memantau pertambahan penduduk dari jumlah kelahiran. Pada tahun 2009 jumlah akta kelahiran yang diterbitkan sebanyak 2.263, sedang jumlah kumulatif sampai dengan  tahun  2009  mencapai  9.208 akta kelahiran.
Selain Akta kelahiran kontrol jumlah penduduk juga dapat dilakukan dengan registrasi penduduk berupa penerbitan KTP. Pada Tahun 2009          jumlah penduduk yang memiliki KTP mencapai 85.627 orang atau mencapai 95,45 persen dari jumlah   penduduk   yang wajib mempunyai KTP.
Tabel III.4.1. Jumlah Penduduk  Transmigran Menurut Daerah Asal dan Tujuan Tahun 2009
Kab./Kota/Kec.
Desa
Tujuan
KK
Jiwa

Jereweh
Goa
UPT Tongo II SP1
26
98
Belo
UPT Tongo II SP1
21
93
Beru
UPT Tongo II SP1
23
90


Sekongkang
Sekongkang Atas
UPT Tongo II SP1
12
44
Pers Tongo
UPT Tongo II SP1
20
87
Mekar Sari
UPT Tongo II SP1
14
54
Taman Sari
UPT Tongo II SP1
9
41
Sekongkang Bawah
UPT Tongo II SP1
31
147

Sumbawa Besar
Juruan Alas
UPT Tongo II SP1
34
138
Kalimango
UPT Tongo II SP1
22
95
Pada Suka
UPT Tongo II SP1
73
284
Mataram

UPT Tongo II SP1
13
84
Lombok Barat

UPT Tongo II SP1
37
184
Lombok Tengah

UPT Tongo II SP1
35
166
Lombok Timur

UPT Tongo II SP1
28
133
Jumlah


402
1738


5.        Proyeksi Penduduk
Jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada Tahun 2009 jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat tercatat 101.089 jiwa (hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2009). Dilihat dari komposisinya jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan jumlah penduduk perempuan, ditunjukkan oleh rasio jenis kelamin (rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan), sebesar 100,68. Penyebaran penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat belum merata, lebih dari 37 persen penduduk Kabupaten Sumbawa Barat berada di Kecamatan Taliwang sedangkan sisanya tersebar di tujuh kecamatan lainnya. Jumlah penduduk yang cukup besar di Kecamatan Taliwang menyebabkan kepadatan penduduk di wilayah ini mencapai 100,67 orang setiap kilometer persegi. Adapun Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi aalah Kecamatan Maluk yang mencapai 107,97 orang setiap kilometer persegi.
Dari data- data jumlah penduduk dari tahun 2009 dengan 2010 maka kita akan mengetahui jumlah penduduk KSB untuk kedepannya. Pertumbuhan penduduk setiap tahunnya berubah- ubah yang akan di sajikan dalam bentuk table- tabel untuk proyeksi 20 tahun ke-depan di Kabupaten Sumbawa barat :

Tabel III.5.1. Proyeksi penduduk kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2011- 2015
No
Nama Kecamatan
2009
2010
r
2011
2012
2013
2014
2015
1
Sekongkang
7217
8187
0,134
9287
10536
11952
13558
15380
2
Jereweh
7068
8391
0,187
9962
11826
14040
16668
19788
3
Maluk
9979
11875
0,190
14131
16816
20011
23813
28338
4
Taliwang
37878
44032
0,162
51186
59502
69169
80407
93471
5
 Berang Ene
4857
5080
0,046
5313
5557
5812
6079
6358
6
 Berang Rea
11320
12531
0,107
13872
15356
16998
18817
20830
7
 Seteluk
14613
15400
0,054
16229
17103
18025
18995
20018
8
 Poto Tano
8157
9258
0,135
10508
11926
13536
15363
17436

Jumlah
101089
114754
1,016
130488
148622
169543
193700
221619


 Tabel III.5.2. Proyeksi penduduk kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2016- 2020
No
Nama Kecamatan
2014
2015
r
2016
2017
2018
2019
2020
1
Sekongkang
13558
15380
0,134
17448
19793
22453
25471
28894
2
Jereweh
16668
19788
0,187
23492
27889
33109
39307
46664
3
Maluk
23813
28338
0,190
33722
40129
47754
56827
67624
4
Taliwang
80407
93471
0,162
108657
126310
146832
170687
198418
5
 Berang Ene
6079
6358
0,046
6650
6956
7275
7609
7958
6
 Berang Rea
18817
20830
0,107
23058
25525
28255
31278
34624
7
 Seteluk
18995
20018
0,054
21096
22233
23430
24692
26022
8
 Poto Tano
15363
17436
0,135
19790
22461
25492
28933
32839

Jumlah
193700
221619

253912
291294
334600
384803
443043

Tabel III.5.3. Proyeksi penduduk kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2021- 2025
No
Nama Kecamatan
2019
2020
r
2021
2022
2023
2024
2025
1
Sekongkang
25471
28894
0,134
32777
37182
42179
47847
54277
2
Jereweh
39307
46664
0,187
55398
65767
78076
92689
110038
3
Maluk
56827
67624
0,190
80472
95762
113957
135608
161373
4
Taliwang
170687
198418
0,162
230654
268128
311690
362329
421196
5
 Berang Ene
7609
7958
0,046
8323
8705
9104
9522
9958
6
 Berang Rea
31278
34624
0,107
38328
42428
46967
51991
57553
7
 Seteluk
24692
26022
0,054
27424
28901
30457
32098
33827
8
 Poto Tano
28933
32839
0,135
37272
42304
48015
54497
61855

Jumlah
384803
443043

510649
589176
680445
786582
910077

Tabel III.5.4. Proyeksi penduduk kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026- 2030
No
Nama Kecamatan
2024
2025
r
2026
2027
2028
2029
2030
1
Sekongkang
47847
54277
0,134
61576
69853
79241
89891
101973
2
Jereweh
92689
110038
0,187
130643
155098
184129
218595
259511
3
Maluk
135608
161373
0,190
192034
228521
271939
323608
385092
4
Taliwang
362329
421196
0,162
489632
569183
661657
769156
894120
5
 Berang Ene
9522
9958
0,046
10418
10896
11396
11920
12467
6
 Berang Rea
51991
57553
0,107
63711
70527
78071
86423
95669
7
 Seteluk
32098
33827
0,054
35647
37567
39589
41722
43969
8
 Poto Tano
54497
61855
0,135
70195
79669
90423
102627
116480

Jumlah
786582
910077

1053856
1221314
1416445
1643942
1909281

















BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

1.                  Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk untuk masa mendatang, tapi suayu perhitungan ilmiah yang di dasarkan asumsi dari komponen- komponen laju pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk.
2.                  Data dasar untuk pembuatan proyeksi penduduk adalah sebagai berikut :
a)      Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin sebagai data dasar pembuatan proyeksi penduduk.
b)      Besar dan perkembangan angka kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk.
c)      Tabel kematian yang sesuai dengan perkembangan komponen demografi
3.                  Adapun landasan- landasan yang di pakai dalam proyeksi penduduk yaitu :
a)      Mortalitas
b)      Fertilitas
c)      Migrasi















DAFTAR PUSTAKA

http://deskripsi.com/p/proyeksi-penduduk, di unduh tanggal 4 juli 2012 jam 24.23 WITA
http://ajago.blogspot.com/2007/12/demografi-2.html, di unduh tanggal 5 juli jam 10.30 WITA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar